Friday, April 12, 2013

Kangean Part 3 : Finding Nemo Bagian 2

Angin malam yang berhembus begitu kencangnya akhirnya mengusik ketenangan gw yang lagi asyik tidur di selasar dek depan ruang nakhoda dan gw pun akhirnya membuka mata mencoba sedikit melirik ke arah jam tangan gw. Saat itu waktu menunjukkan pukul 1 malam, yang berarti gw sudah tertidur sekitar 4 jam sejak pukul 9 tadi. Disaat itu ternyata Ade (my honey sweaty baby bala-bala :D) yg ikutan tidur ngemper di selasar dek (jangan pikir macam-macam yee...kita tidur ngemper rame-rame loh :P ) juga ikut terbangun karena mungkin terganggu oleh gerakan-gerakan gw. Karena ga ada kegiatan yang bisa dilakukan akhirnya gw pun memutuskan untuk turun ke dek bawah untuk beli air panas di kantin ferry tersebut karena mau bikin pop mie yang kita bawa sebagai bekal. Diperlukan perjuangan yang cukup berat juga untuk sekedar bergerak menuju kantin ferry karena banyaknya penumpang ferry yang lelah dan akhirnya dengan seenaknya tidur disetiap celah kosong yang ada di ferry. Terpaksa lah gw akhirnya harus lompat sana lompat sini melewati penumpang-penumpang yang sedang asyik terlelap dalam tidur mereka.

Setelah mendapatkan air panas dari kantin ferry, gw pun kembali ke dek atas tempat semula gw beristirahat dan pop mie pun siap disantap. Malam itu seakan menjadi salah satu kencan gw yang paling romantis dimana gw bersama seorang yang gw sayangi duduk berdua di dek atas ferry yang tanpa atap menikmati pop mie panas di tengah dinginnya malam. Suasana makin romantis karena saat itu sedang terang bulan dan langit sangat cerah dihiasi ribuan bintang di angkasa. Yup pengalaman gw dan pacar gw yang walau cuma makan pop mie tersebut seakan mengalahkan kencan-kencan istimewa semacam candle light dinner di cafe-cafe mahal. Lagi-lagi gw bersyukur masih dikasih kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa dalam bentuk romantisme malam itu.

Malam pun kian berlalu, Ade kembali tidur dan gw masih betah menatap langit cerah malam itu yang dihiasi bintang dan terangnya cahaya bulan sambil sesekali melirik kesibukan nakhoda yang tanpa lelah mengarahkan kapal untuk menuju Kangean. Tanpa terasa akhirnya daratan pulau Kangean makin jelas terlihat dan sekitar pukul 3 pagi ferry pun merapat di dermaga pelabuhan Pulau Kangean. Kesibukan kegiatan dermaga pelabuhan pun langsung menyambut datangnya kapal ferry Sumekar pagi itu. Beberapa orang sudah siap menanti untuk menjemput anggota keluarganya dan sebagian lagi adalah para kuli panggul yang siap untuk menurunkan barang-barang logistik dari kapal ferry Sumekar.

Gw pun langsung mengontak Mas Sanawi seorang pemuda lokal yang akan menjadi guide kita selama trip di Kangean ini. Dengan sigapnya ternyata Mas Sanawi telah menunggu kita di dermaga pelabuhan Kangean tersebut. Rombongan kita pun turun,sedikit berkenalan dengan Mas Sanawi dan langsung menuju ke sebuah warung untuk sedikit istirahat dan bersih-bersih. Setelah bersih-bersih kita pun menuju taksi yang sudah disiapkan oleh Mas Sanawi untuk mengantarkan kita ke rumahnya untuk sarapan. Taksi yang dimaksud disini adalah sejenis angkutan colt dengan bak terbuka yang dirombak sedemikian rupa dengan rangka besi sehingga memiliki atap dari terpal. Di perjalanan Mas Sanawi pun banyak cerita segalanya tentang Kangean seperti yg gw tuliskan di posting sebelumnya di Kangean Part 1.

Tiba di rumah Mas Sanawi sekitar pukul 4 pagi dan sudah langsung disiapkan sarapan. spontan pun salah seorang teman gw berteriak sahuuurrr-sahuurrr. Ya kita harus sarapan jam 4 pagi karena untuk mengejar waktu agar tidak terlalu siang sampai di spot snorkeling. Setelah sarapan dan solat subuh sekitar pukul 6 pagi kita pun siap menuju dermaga Kayu Aru yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan naik taksi dari rumah Mas Sanawi di pusat pulau Kangean.
                                                     
Foto-Foto dulu sebelum berangkat

Perjalanan 2 jam tersebut cukup menguras tenaga juga karena posisi duduk yang saling berhadapan dan juga memang kondisi taksi yang ala kadarnya, belum lagi kondisi jalanan yang memang rusak parah dengan lubang-lubang dalam disana-sini. Sebenarnya jarak menuju dermaga Kayu Aru tidak terlalu jauh tapi berhubung jalanan rusak yang akhirnya membuat pengemudi taksi harus berhati-hati dan membuat perjalanan harus ditempuh selama 2 jam. Setibanya di dermaga Kayu Aru kita telah ditunggu oleh salah seorang kawan dari Mas Sanawi yaitu Mas Iswad. Satu lagi pemuda asli Kangean yang tinggal di Pulau Bungin ini  yang akan menemani kita sebagai kapten kapal kita mengelilingi Kepulauan Kangean. Sebagai anak laut Mas Iswad ini sangat mahir berenang dan mencari ikan dengan tehnik spear fishing ( mancing dengan tombak).

Untuk naik keatas kapal dari dermaga Kayu Aru masih harus berjalan agak ke tengah karena kapal tidak bisa merapat ke dermaga karena air yang terlalu dangkal. (Disinilah akhirnya HP gw jadi korban karena jalan di air gw lupa untuk ngeluarin dari kantong celana :(  )


Naik keatas kapal seperti korbang kebanjiran

Kapal yg akan kita tumpangi dan kita jadikan "rumah" selama di Kepulauan Kangean hanya sebuah kapal kayu berukuran sedang dengan mesin motor sebagai pendorong. Kapal ini dikapteni oleh Mas Iswad yang benar-benar sudah mengerti medan dan tau spot-spot snorkeling yang bagus karena dia adalah seorang pencari ikan.

Kapal sebagai "rumah" selama di Kangean

Rencana hari pertama ini kita akan pemanasan bersnorkeling ria di 4 spot yang belum ada namanya tapi memiliki keindahan bawah lau yang cantik. Untuk pengalaman hari pertama ini ga banyak yang akan gw ceritain karena semua isinya hanya snorkeling, snorkeling dan snorkeling, jadi biarlah gambar yang berbicara

Sayang agak sedikti rusak :(
Kumpulan Bulu Babi
Patrick The Star
Potongan-potongan karang
Bulu babi
Yeay Nemo
Sea Fan
Kebun Rumput Laut

Nemo playing in Underwater Park

A piece of hard coral
Foto-foto diatas merupakan foto-foto pemanasan di 4 spot yang belum tanpa nama, mungkin keliatan masih biasa saja tapi tunggu sampai acara puncak hari berikutnya di pulau Gosong dan Pulau Saebus dua surga yang benar-benar tersembunyi. Dari 4 spot ini sebenernya gw udh berhasil menemui Nemo a.k.a Clown Fish yg gw cari dan menjadi dasar dari trip ini, tapi Nemo yg gw temuin disini masih kurang memuaskan karena terlalu kecil. Yah paling ga Finding Nemo gw udh berhasil walau belum sampe ke taman anemonnya di pulau Gosong (Mission Accomplished).

Sebenernya selain snorkeling kegiatan hari pertama juga kita isi dengan foto-foto di pulau gosong kecil dekat pulau Salarangan dan juga foto-foto dengan ikan hasil tangkapan Mas Iswad

Sedikit potongan surga jatuh di Kangean



 
The Traveler



Mancing maniaaaa Mantaappp

Ikan hasil tangkapan Mas Iswad
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 4 sore dan kita pun menuju Pulau Paliat untuk bermalam di salah satu rumah penduduk disana. Pulau Paliat hanyalah pulau kecil yang dihuni oleh mayoritas dari suku Madura. Tinggal disini seperti di pulau Jawa namun kembali ke tahun-tahun awal kemerdekaan (lebay sih :D), listrik yang menyala dari jam 6 sore hingga 10 malam, jalanan tanah, pohon-pohon besar seperti pohon asem masih banyak disini dan juga mandi dengan cara nimba.

 
Mandi rame-rame sambil Nimba
Penduduk pulau ini sangat ramah, mulai dari ibu pemilik warung kopi yang menjual kopi seduhnya hanya seharga seribu rupiah plus kita dikasih cemilan gratis (Dan ternyata ibu ini Janda hahahaha), pemuda lokal yang bernama Ikhsan yang banyak cerita tentang Paliat dan sepertinya berniat menawarkan ke gw untuk beli tanah disana (someday i will brooo) hingga keluarga  pemilik rumah tempat kita singgah yang dengan sangat ramahnya menganggap kita seperti saudara jauh yang baru datang. dan satu lagi yang istimewa dari Pulau Paliat ini adalah Sunrisenya bener-bener keren, ga salah Mas Asnawi memilih pulau ini sebagai tempat kita singgah. (Bersambung)

Sunrise perahu tua

Sunrise Pohon Bakau

No comments:

Post a Comment